Buku Pencerahan

Wahai Anakku 2

Wahai Anakku..

Agama itu nikmat bukan beban

Alloh turunkan agama untuk semua umat manusia, lewat para nabi dan rosul-Nya, agar mereka selamat dunia akherat, agar mereka

beruntung dunia akherat, agar mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia akherat, dan agar terhindar dari azab neraka.

Wahai Anakku,,,

Agama itu nikmat bukan beban.

Agama adalah rahmat, agama adalah berkah, dan agama adalah karunia. Agama tidak memerintahkan manusia untuk saling membenci,

saling menyakiti, dan saling menjatuhkan. Agama tidak menganjurkan perpecahan, dan permusuhan, tapi agama menganjurkan

umatnya

untuk saling mencintai, saling menyayangi, saling membantu, saling menolong, dan saling mendoakan. Bersatu padu

bagai bangunan

yang kokoh.

Wahai Anakku…

Agama itu nikmat bukan beban.

Belajar agama bukan hanya menceramahi orang lain. tapi juga untuk memperbaiki diri. Ilmu agama bukan hanya untuk dikoleksi

tetapi untuk diamalkan. Ilmu agama bukan hanya untuk memenuhi pikiran, tapi ilmu agama untuk menghias hati.

Renungan Cinta Ilahy

Kehadiran Cinta
Awal cinta adalah dengan kata: Ya Robb, Aku mencintai-Mu. Walaupun cinta hanya di bibir saja, tapi mereka punya niat untuk bercinta.
cinta selanjutnya adalah masuk pada hakekat cinta. pecinta ingin selalu dekat, selalu mengingat, dan selalu berkhidmat. pecinta menginginkan kekasihnya selalu ridha, tidak benci, tidak marah atau cemburu. pecinta Ilahi selalu taat pada perintah, dan menjauhi larangan demi Sang Kekasih.
akhir perjalanan cinta adalah puncak cinta. Tiada kata, tiada kiasan di penghujung cinta. Jiwa larut, hati lebur menyatu dengan Sang Kekasih. Diam seribu bahasa, terpukau, terpana, terpesona, sunyi dan hening. tak terlukis dengan kata, tak terbayang dengan pikiran, tak terbesit dalam hati.
ketika pada wanita dibagikan apel dan pisau, Julaeha menyuruh Yusuf AS keluar menampakkan diri, maka pada wanita terpesona oleh keindahan Yusuf AS. Tubuh terpukau, mulut terkunci, pikiran menghilang kesadaran. tanpa sadar pisau di tangan mereka melukai jari mereka sendiri.

Download PDF

Muhasabah

Renungkan anakku,…

Kata Rosul saw, merenung sejenak, pahalanya lebih

baik dari ibadah enam puluh tahun. Karena tafakur bisa

memperbaiki aqidah, memperbaiki ibadah,

memperbaiki akhlak. Karena merenung bisa

memperbaiki kehidupan, memperbaiki nasib, dan

memperbaiki takdir. Hal yang paling penting adalah

bahwa tafakur akan membuat hamba semakin dekat

dengan Alloh.

Renungkan anakku,….

Merenung adalah amalan para Nabi dan Rosul, barang

siapa suka merenung, maka dia akan mendapat

kemuliaan seperti kemuliaan para Nabi dan Rosul

Renungkan anakku,….

kata Rosul SAW, sebaik-baik kalian adalah kalian yang

banyak mengingat kematian



Recommended links

  • yogyaruqyahcentre.com
  • nasehatsangguru.com